Categories
Kesehatan

Gara-Gara Cabut Ingrown Hair, Pria Asal AS Ini Sempat Mati Otak, Peluang Hidupnya 4 Persen

petbody.us, JAKARTA. Seorang pria asal Amerika Serikat, Steven Spinale, mengalami hal yang sangat tidak terduga setelah mencabut rambut yang tumbuh ke dalam di area selangkangannya. Kemudian daerah tempat tumbuhnya rambut tersebut terinfeksi.

Dikutip dari Express, Senin (25 Maret 2024), bakteri tersebut “merusak” seluruh tubuh Spinale dan membunuh seluruh organnya. Dokter menyatakan otak Spinale mati.

Pejabat kesehatan mengatakan Spinale hanya memiliki peluang 4% untuk bertahan hidup. Ia didiagnosis menderita sepsis, suatu kondisi yang terjadi ketika infeksi menyebabkan reaksi berantai dalam tubuh.

Berdasarkan informasi detail tentang kesehatan Spinale yang dipublikasikan keluarganya di halaman GoFundMe dan TikTok, pria tersebut harus berjuang untuk hidupnya di tahun 2022 karena infeksi darah. Dia juga sempat mengalami koma.

Untuk memperbaiki kerusakan organ tersebut, Spinale menjalani operasi jantung terbuka. Adik Spinale, Michelle, mengatakan, setelah mencoba menghilangkan bulu di selangkangannya, Spinale tidak langsung dirawat di rumah sakit.

Spinale sudah tidak sehat selama sekitar satu bulan sekarang, namun hanya dirawat di rumah. “Dia ditolak di beberapa rumah sakit (yang mengira dia hanya mengada-ada),” kata Michelle melalui akun TikTok @michellebell111. Dia mulai berdarah, tapi dia dipulangkan.”

Sehari setelah dipulangkan, Spinale kembali dirawat di rumah sakit karena tidak bisa bernapas. Setelah pengobatan berulang kali, dokter bingung dengan gejalanya dan tidak mengetahui apa penyebabnya.

Dokter hanya mengetahui bahwa Spinale mengalami pendarahan internal entah dari mana. Belakangan diketahui bahwa darah Spinale mengandung jenis bakteri langka yang menyebabkan tubuhnya mengalami syok septik, dan tindakannya menyebabkan kondisi tersebut.

Syok septik adalah kondisi yang mengancam jiwa yang terjadi ketika tekanan darah turun ke tingkat yang sangat rendah setelah infeksi. Selain koma dan operasi jantung terbuka, Spinale juga mengalami stroke ringan.

Kabar baiknya adalah setelah berbagai prosedur, Spinale terbangun setelah sebulan koma tanpa kerusakan otak. Untuk saat ini, ia masih dalam proses pemulihan.