Categories
Bisnis

Jokowi Bocorkan Nasib Bansos Pangan Setelah Juni 2024, Bakal Lanjut?

petbody.us, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah akan terus memantau ketersediaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memastikan kelanjutan program bantuan pangan yang selama ini dinikmati masyarakat. .

Pernyataan itu disampaikannya saat mengunjungi kompleks gudang Bulog Kampung Melayu di Singwang, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu, untuk mengecek ketersediaan beras dan menyerahkan bantuan pangan kepada masyarakat penerima.

“Setelah Juni nanti saya lihat APBN kita lagi kalau ada anggarannya, kalau ada saya lanjutkan, tapi tidak ada janji, saya belum janji, saya buka dulu biar bisa. Tapi sekali lagi, Kita lihat dulu apakah ada anggarannya atau tidak,” kata Presiden, kata Jokowi, Rabu (20/03/2024).

Ayu, salah satu penerima manfaat mengaku sangat bersyukur atas bantuan pangan yang diberikan pemerintah sehingga membantu kebutuhan sehari-hari keluarganya.

“Saya senang sekali. Alhamdulillah ini sangat membantu harga pangan, harga beras sekarang cukup tinggi, sehingga bantuan ini sangat membantu saya dan keluarga suami,” ujarnya.

Warga lainnya, Maswa, mengungkapkan betapa bantuan tersebut meringankan bebannya. Ia berharap bantuan ini bisa terus berlanjut. “Kami sangat-sangat berharap (bantuan) terus berlanjut karena sangat membantu kami dan kami sangat membutuhkannya,” kata Maswah.

Sementara itu, Paizon, seorang kuli bangunan, mengaku senang bisa bertemu dan berjabat tangan dengan Presiden Jokowi dan mengatakan bantuan pangan sangat membantu penghasilannya yang tidak stabil. “Untuk keluarga seperti kami, pasti sangat membantu karena penghasilan kami tidak stabil. , terkadang kami datang, terkadang kami “dengan bantuan, Anda telah membantu,” kata Paigeon.

Kegiatan penyaluran bantuan sosial sembako ini menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk membantu mengurangi beban masyarakat kurang mampu. Kami berharap program bantuan pangan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat lainnya di masa depan.

Menteri Keuangan Shri Mulyani Indrawati mengungkapkan anggaran bantuan sosial (BANSOS) pada 2024 akan meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

Pak Mulyani mengatakan, anggaran bansos tahun ini meningkat menjadi Rp22,5 triliun dari anggaran 2023 sebesar Rp9,6 triliun.

Anggaran bansos kita melonjak tajam dari Rp9,6 triliun menjadi Rp22,5 triliun, meningkat 135,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kata Mulyani dalam rapat eksekutif bersama Komisi XI DPR yang disiarkan, Selasa (19/8). . 3/2024).

Pak Mulyani menjelaskan, kenaikan anggaran bansos tersebut mencakup sejumlah Rp12,8 triliun yang akan disalurkan ke Kementerian Sosial (Kmensos).

Penyalurannya mencakup 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan dan kartu sembako kepada 18,7 juta KPM.

“Untuk Kemensos Rp 12,8 triliun, penyaluran PKH masih 10 juta PKH dan kartu sembako (kartu) untuk 18,7 juta penerima manfaat,” jelas Kemenkes.

Selanjutnya pencairan ke Kementerian Kesehatan (Kmenkes) mencapai Rp7,7 triliun untuk iuran PBI dan pencairan ke Kemendikbud mencapai Rp900 miliar.

Kemendikbud Rp900 miliar untuk program Indonesia Pintar dan (anggaran) Kemenag Rp1,1 triliun untuk program Indonesia Pintar dan kuliah KIP serta BNPB Rp800 miliar untuk kebencanaan, imbuhnya. Menteri Keuangan

Bantuan Langsung Tunai atau BLT Pangan Rp 200 ribu per bulan akan dibayarkan pada Maret 2024. Sebelumnya bansos atau bansos pangan ini telah dibayarkan pada Februari 2024, namun ditunda.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlanga Hartarto mengumumkan penundaan pencarian BLT pangan. Dimulainya pembayaran BLT ini bertepatan dengan bulan puasa Ramadhan 2024.  

“(Ditunda) ke Maret,” kata Airlangga Hartarto kepada tim media Kementerian Koordinator Perekonomian beberapa waktu lalu.

Airlangga mengatakan, penyaluran BLT pengurangan pangan akan tetap disalurkan sebesar Rp 600.000 sesuai rencana semula.

“Kemudian (penyerahannya) berlaku selama tiga bulan,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyalurkan BLT mitigasi pangan kepada 18,8 juta penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.

Kemudian, setiap penerima akan mendapat bantuan sebesar Rp600.000 per keluarga dan diberikan sekaligus untuk periode Januari hingga Maret 2024.

Salah satu cara mudah untuk mengecek penerima bantuan BLT adalah secara online: Buka situs resmi Kementerian Sosial yaitu cekbansos.kemensos.go.id. Selanjutnya masukkan informasi yang diperlukan dengan benar dan akurat seperti provinsi, kabupaten, kecamatan, kotamadya, dll. Isikan nama penerima manfaat yang sesuai dan akurat beserta Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kode verifikasi. Jika sudah, halaman tersebut akan langsung mencantumkan nama penerima sesuai wilayah yang dimasukkan. Masyarakat yang terdaftar sebagai penerima bantuan akan melihat statusnya pada kolom Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bantuan Sembako.