Categories
Edukasi

Kemendikbud: Ekskul Pramuka tidak Dihapus karena Ada Permendikbudristek

petbody.us, JAKARTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Kemendikbudristek) memastikan pramuka tidak dikecualikan dari kurikulum mandiri.

Kegiatan ekstrakurikuler pramuka diatur secara jelas dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbudristek) Nomor 12 Tahun 2024.

Permendikbudristek nomor 12 tahun 2024 tetap memasukkan kepramukaan sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler. Secara tegas tercantum pada Lampiran III halaman 55, kata Anindito Aditomo, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Penilaian Pendidikan, dalam siaran persnya, Jumat (5 /). 4/2024).

Dijelaskannya, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka mewajibkan sekolah memiliki kelompok Pramuka dan menyatakan bahwa pendidikan Pramuka merupakan hak setiap siswa. Oleh karena itu, sekolah wajib mempunyai kelompok rumah dan menawarkannya kepada siswa sebagai kegiatan ekstrakurikuler.

Terkait hal tersebut, kata dia, kurikulum mandiri mendorong siswa untuk memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan potensi dan minatnya, salah satunya kepramukaan. Jadi dari sudut pandang sekolah, sekolah harus tetap memiliki kelompok pramuka, dan itu harus menjadi pilihan sepulang sekolah. Kemudian menjadi pilihan dari sudut pandang siswa.

“Salah satu alasan utama kami mengubah kebijakan kurikulum adalah untuk memperkuat pendidikan karakter, dan ini sangat relevan dengan pendidikan Pramuka. “Kurikulum Merdeka bertujuan untuk mengembangkan potensi dan karakter anak secara menyeluruh, tidak hanya sekedar akademis,” lanjut Anindito.

Anindito menambahkan, pihaknya membahas gerakan Pramuka dengan Kwartiri Nasional. Salah satunya adalah pengintegrasian pola pendidikan dan perangkat pembelajaran kepramukaan ke dalam kurikulum mandiri sebagai kurikulum.

Sementara itu, Persatuan Pendidikan dan Guru (P2G) berpendapat bahwa siswa tidak diwajibkan mengikuti kegiatan kepanduan di luar sekolah sesuai Undang-Undang Kepanduan. Dimana peraturannya menyebutkan bahwa Pramuka merupakan kegiatan sukarela. 

“Sebagai negara hukum hendaknya berpedoman pada peraturan yang lebih tinggi yaitu Undang-Undang Gerakan Pramuka yang menyatakan bahwa Pramuka merupakan kegiatan sukarela,” kata Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim kepada petbody.us. , Selasa (02/04/2024).

Satrwian menambahkan, meski ekstrakurikuler Pramuka kini bersifat sukarela, namun ia berharap sekolah dan madrasah harus menyediakan dan menawarkan Pramuka. Hal ini diperlukan untuk membimbing minat dan bakat anak dalam kepramukaan.

Menurutnya, jika seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan seperti guru, siswa, dan orang tua, termasuk masyarakat umum, menginginkan kegiatan ekstrakurikuler pramuka diwajibkan di sekolah atau madrasah, sebaiknya pemerintah mengkaji terlebih dahulu Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 yang berbunyi terkait dengan gerakan pramuka. .

“Seharusnya dalam undang-undang disebutkan bahwa Pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang wajib dilakukan oleh setiap siswa sekolah dan madrasah. Jika tidak dilakukan maka keberadaan ekstrakurikuler Pramuka akan selamanya lemah karena sifatnya yang sukarela alias tidak wajib,” dia berkata. dikatakan. dikatakan.