Categories
Sains

Matahari Bisa Terbakar, Benarkah Luar Angkasa Hampa Udara?

JAKARTA – Benarkah luar angkasa merupakan ruang hampa? Jika ya, bagaimana matahari bisa terbakar, sedangkan api membutuhkan oksigen?

Matahari memiliki sifat berapi-api seperti yang dilihat oleh astronom kuno seperti Anaxagoras. Kesimpulan ini dikonfirmasi oleh gambar-gambar modern beresolusi tinggi dari NASA, yang menunjukkan Matahari cerah dan berdenyut seperti bola api.

Diposting oleh Mymodernmet Pada Sabtu (3/2/2024), para ilmuwan menjelaskan bahwa Matahari adalah bola fusi nuklir yang secara astronomis lebih panas daripada api mana pun di Bumi, sehingga kondisi kehidupannya berbeda-beda.

Meski tidak ada angin, namun ada sedikit angin sepoi-sepoi di tempat itu. Molekul oksigen disebut O2, karena mengandung dua atom oksigen secara bersamaan. Ini adalah oksigen molekuler bumi. Ada sesuatu yang jarang terjadi di luar angkasa, tetapi karena atom oksigen terikat erat pada debu bintang, hal ini mencegah atom oksigen bergabung membentuk molekul oksigen.

Menariknya, Bumi tampaknya telah menghirup oksigen sejak Big Bang. Fusi nuklir pada bintang muda menghasilkan oksigen seperti yang kita kenal.

Api membutuhkan oksigen, setidaknya 16 persen udara. Namun kekurangan oksigen tidak mempengaruhi matahari karena matahari tidak terbakar, dalam artian membakar bumi.

Sebaliknya, Matahari terus-menerus mengalami fusi nuklir. Massa hidrogen dan helium pada suhu dan tekanan tinggi menghasilkan cahaya dan panas. Dalam reaksi fusi, dua inti ringan bergabung membentuk inti berat.

Proses ini melepaskan energi karena massa total inti tunggal yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan massa dua inti asal. Sisanya menghasilkan energi. Energi ini mengalir ke bumi sebagai listrik, berinteraksi dengan atom-atom di atmosfer bumi untuk menghasilkan panas. Beginilah cara matahari terbakar di wilayah luar angkasa yang tidak terdapat oksigen.